Sabtu, 08 Juni 2013

Cinta Maya, seorang Blogger.





"Hai, terimakasih buat mimin sudah approve saya di grup ini. Berdasar rules yang ada, kenalkan.  
Nama: Reza Kartika. 
Umur: 16th 
Jenis Kelamin: Perempuan 
Asal: Bandung 
Link blog: xxxxxxx.blogspot.com
Salam kenal ya. Arigatou~"




Testimoni inilah yang merupakan awal mula kisah ini. Juni yang saat itu kebetulan online lalu menyambar testimoni tadi dengan semangat. Seperti biasanya.


"Hai, juga. Kenalkan: 
Nama: Junipan 
Umur: 16th, juga. :) 
Jenis Kelamin: Cowok 
Asal: Jogja 
Link Blog: kymrawkpunk.blogspot.com
Salam kenal ya. Semoga betah. Btw, kita sama sama 16th. Aku rasa kita jodoh. :3"


Juni Purwanto Ade Nugroho, atau yang biasa dipanggil Juni. Seorang Newbie di dunia per-blogger-an, hatinya seakan terpanggil buat ikut ngeblog dan gabung ke komunitas blogger setelah 1 tahun sebelumnya cuman mondar mandir jadi silent reader.

"Hey, Jun. Gimana perkembangan blogmu? Denger denger ada yang serius mau bikin blog." sapa Anggun, temen dan satu satunya sahabat antar kelasnya Juni. 
"Hahahaha, perkembangan apa. Wong bikin blog juga baru 1 minggu ini." Juni tertawa lepas 
"Kan siapa tau, kamu tiba tiba dapet ilham terus ngebut nulisnya." Anggun masih tetap ngotot 
"Yee, ilham apanya. Udah. Ah, aku mau ke kantin dulu. Bye." Juni bergegas meninggalkan Anggun yang masih duduk manis di perpustakaan.

Dengan sifat pendiam, dan kurang terbuka dengan stranger, cuma beberapa orang anak kelas lain yang mengenal Juni. Salah satunya Anggun, dia anak kelas sebelah yang bisa akrab dan jadi sahabatnya. Perkenalan mereka pun tidak direncanakan sama sekali. Waktu itu Juni melihat ban motor Anggun bocor di jalan, dan Juni lalu menolong mendorongnya sampe tukang tambal ban. Tanpa ada niat apapun kecuali menolong, bahkan niat kenalan pun tidak ada.

"Ternyata, kamu gak sombong seperti yang digosipin anak anak ya." Anggun memulai pembicaraan. 
"Hah, sombong? Kata siapa? Enggak kok. Hehe." Juni terkekeh 
"Kata anak anak. Kamu orangnya suka diem diem gitu sih" 
"Enggak kok. Hehe"
Siang itu, setelah dari kantin. Juni masih menyempatkan diri mampir ke perpustakaan. 
"Siapa tau Anggun masih di perpus. Mampir dulu deh" Pikirnya. 
"Lah, kemana dia. Kok enggak ada. Yaudah deh. Mungkin dia udah masuk kelas" Ucap Juni setelah menemukan kenihilan sosok sahabat antar kelasnya.

Teeeeettt.. 
Bel sekolah berbunyi, semua murid berhamburan keluar sekolah bak hujan yang turun deras setelah ribuan awan Comolonimbus berkumpul.
Tapi tidak dengan Juni, dia masih asik bermain dengan buku catatannya di taman sekolah. 

"Pulangnya nanti aja deh, masih ada kelas yang belum pulang ini. Pokoknya hari ini aku harus posting. Harus!" gumamnya dalam hati.

Malamnya, Juni sudah asik dengan Laptop dan dunia keduanya. Yak, dunia maya. Dia mulai menggerakkan jarinya, menulis postingan di blognya. Berbekal catatan yang dibuat tadi siang, dia mengetik dengan semangat. 

"Fyuh.. Akhirnya selesai juga. Tinggal dipublish terus dishare di komunitas nih" Juni tersenyum di depan laptop kesayangannya.
Se-klik, dua-klik. Postingan tadi sudah dipublish dan dishare di komunitas blogger yang diikutinya. Berharap mendapat satu dua komentar pemecut semangat dalam ngeblog.

"Hai Jun." Anggun tiba tiba sudah ada di depan Juni yang lagi duduk di depan kelas. 
"Eh, kamu Nggun. Ngagetin aja. Eh iya. Kemaren abis dari kantin aku mampir ke perpus lagi kamu udah gak ada. Kemana?" 
"Hehe, kemaren aku langsung ke kelas. Lupa ada PR matematika." Jawab Anggun terkekeh 
"Oh, kirain kemana. Aku semalem posting di blog loh." 
"Hah. Beneran? Bentar, aku cek dulu. Eh iya. Aku bookmark dulu ya. Nanti pulang sekolah aku baca." Anggun terlihat sumringah kemudian memasukkan hpnya ke dalam sakunya lagi. 
"Yaudah. Aku masuk kelas dulu ya. Bye." Sambung Anggun. 
"Eh, benta..." belum sempat perkataannya selesai Anggun sudah menghilang memasuki kelasnya. 
"Yauwislah." Juni membetulkan posisi duduknya sembari menunggu guru mata pelajaran datang.
Malamnya. Seperti biasa, Juni tenggelam dalam dunia maya. Kali ini dia mengecek akun facebooknya.


"Reza Kartika, add you as friend. Confirmation | Not Now"


"Hah. Reza siapa ya. Hmm.. Oh.. Reza Blogger yang itu. Konfirmasi aja deh." Gumam Juni dalam hati.

Sementara itu, di malam yang sama tapi tempat yang berbeda, Anggun juga asik dengan laptopnya. Dia asik membaca postingan sahabatnya, Juni. Sebenarnya setelah perkenalan dan persahabatan mereka selama ini, mulai tumbuh benih benih asmara di pihak Anggun. Iya. Namun cuma Anggun yang tau, dia tidak memberi tau temannya, apalagi Juni. Dia tidak ingin persahabatan mereka tidak seharmonis biasanya jika Juni tau perasaannya. "Biarlah Juni tau sendiri, dan biarkan dia meraba dengan perasaannya." 
Pikirnya pendek 

"HAHAHA, sumpah Jun. Postinganmu konyol! Semangat nulisnya ya! Aku tunggu postingan berikutnya. Hehe. " Anggun menarikan jemarinya di hamparan keyboard.
Masih asik dengan facebook, Juni mendadak tergoda membuka blognya. Siapa tau ada respon, syukur syukur banyak dan positif. Itu bonus.

"Wah, ada dua orang nih. Asik. Siapa ya." Juni sumringah ketika mengetahui ada dua makhluk yang berkomentar di postingannya. Dengan tidak sabaran dia arahkan kursor ke tulisan "baca selanjutnya". Klik. Loading pun berjalan. 
Komentar pertama adalah dari sahabatnya, Anggun.
"Ah. Anggun. Bisa saja dia membuatku senang. Haha. Eh. Bentar. Siapa ini. "Rezaxx"? Oh. Reza yang tadi." Juni ngomong sendiri di depan laptop.

Siangnya di sekolah. Keadaan seperti hari hari biasanya, waktu istirahat. Semua siswa punya tempat sendiri sendiri untuk sekedar ngobrol atau makan jajanan. Di depan kelas XI IPS 2, Juni celingukan. Dia mencari sahabatnya Anggun. Dia mau berterimakasih atas komentar Anggun semalem. Tapi, nihil yang didapatnya. Sosok Anggun, tidak ada di manapun di kelas itu. Dia bahkan sempat masuk kelas dan menanyakan kemana perginya Anggun. Hal sama terjadi lagi. Nihil. Kali ini malah ditambah tatapan heran teman teman Anggun, mereka bak meliat Alien yang akhirnya mau berkomunikasi dengan penduduk bumi.

"Anggun kemana ya, tumben nggak ada." Juni masih kebingungan. 
"Bwaa.. Nyariin aku ya. Ciyee..." Tiba tiba Anggun sudah ada di belakang Juni dengan tampang nyebelinnya. 
"Siapa? Aku? Enggak. Aku nyariin penjaga sekolah. Kamu liat enggak?" Juni beralibi 
"Halah. Ngaku aja." 
"Hahahaha. Iya deh. Aku nyariin kamu. Mau bilang terimakasih kemaren udah nyempetin baca blogku." Juni langsung tu de point. 
"Hehe, iya iya. Postinganmu lucu. Aku juga terhibur." Anggun malu malu. 
"Hehe. Eh, udah makan ? Kantin yuk. Kali ini aku traktir deh. Itung itung terima kasih, kamu udah jadi pengunjung pertama blogku." 
"Beneran nih? Ah. Kalo gitu tiap malem aku ke blogmu deh. Biar ditraktir terus." 
"Yeee.." Juni menempeleng kepala Anggun.

Gak berasa udah mau setaun Juni berwara wari dunia per-blogger-an. Itu berarti sekarang dia sudah kelas 3. Hubungannya dengan Anggun? Masih sama seperti dulu. Akrab tapi kadang kaku. Keduanya saling ejek, curhat, dan kadang jalan bareng. Anggun masih keukeuh merahasiakan perasaannya, dan Juni perlahan merasakan perubahan perasaan yang terjadi pada Anggun. Juni mulai menyadari ketika Anggun yang biasanya cuek kalo mau jalan/hangout bareng, sekarang terlihat bersolek. Dia selalu keliatan lebih cantik dari biasanya. 

"Hmm.. Mungkin ini cuma perasaanku saja." batin Juni saat menunggu Anggun di ruang tamu.

Oh ya. Hubungan Reza dan Juni. Dari bulan ke bulan hubungan mereka semakin akrab dan intens. Dulu, mereka cuma sekedar teman blogger yang bertukar komentar tapi sekarang mereka sudah biasa saling ejek, saling mengingatkan ibadah, lewat chat FB, YM, dan skype. Tiap malam mereka berdua selalu ngobrol lewat skype, mereka asik bertukar cerita dan berbagi tawa sampai lewat malam. Itu lah yang membuat Juni ragu tentang perasaan yang timbul diantara dia dan Anggun. Karna dia juga merasakan hal yang sama terhadap Reza, bahkan lebih besar. Dia selalu merasa senang ketika Reza membalas chat chatnya, dan sebaliknya dia merasa khawatir bila Reza mengabaikan chatnya dan seharian tak muncul. Berjuta pikiran buruk langsung merasuk ke otaknya. Seperti hari ini. Juni masih memaku memandang chat fbnya yang tak kunjung mendapat balasan dari sang empunya.


"Hai, Za. :)"  
16 hour ago.

Ting.. 
Notification berbunyi.


"Eh, hai juga, Jun. Maaf baru sempet online. Lagi banyak kerjaan sekolah. Maklum mau UKK, Hehe."


Dengan cepat Juni sudah mendaratkan jarinya di keyboard.

"Hee.. Enggak papa kok. Kirain kemana. Udah makan? Makan dulu sana." 
"Belum. Ini aja baru pulang dari rumah temen. Kamu sendiri udah makan?" 
"Udah." 
"Yaudah. Aku makan dulu ya, bye."

Makin kesini, perasaan Juni makin nyata. Dia telah cinta pada Reza. Iya, cinta. Juni tertawa kecil, menertawakan dirinya sendiri. Bagaimana ini bisa terjadi, perasaan nyata yang berasal dari dunia maya. Juni menghela nafas panjang, lalu mematikan laptopnya. Direbahkanlah tubuhnya diatas kasur, pikirannya menerawang. Jauh menembus langit langit dan cakrawala malam. Sesekali senyuman kecil muncul.


Bersambung... 
Lanjut ke sini

6 komentar:

  1. males ah, iki novel sek php kae~

    BalasHapus
  2. panjang amat :( mau ngomen dulu deh... ini mau ngelanjutin setengahnya z(*__*) *lalala yeyeye*

    BalasHapus
  3. sebentar kak aku ninggalin jejak yah *lanjutin baca*

    panjang sih hehe :v

    BalasHapus
  4. hahahaha pacaran wae laaaah gaweanmu~ :D

    BalasHapus
  5. Nenda dulu deh ya, ntar dilanjut lagi bacanya :D

    BalasHapus

Berkomenlah dengan santai, tak usah kau terburu buru. I love you~